Jumat, 29 Maret 2019

Standard Costing II : Factory Overhead Variance

Penghitungan Variance untuk Factory Overhead

Normal Capacity/Full Capacity 🡺 based on beginning computation (on paper)

Actual Capacity 🡺 based on riil condition

Mesin dengan Kapasitas Maksimal 10.000 MH apabila:

a.                   Actual Capacity melebihi 10.000 MH maka artinya mesin dipaksa bekerja lebih dari kapasitas maksimumnya. Hal ini akan Menguntungkan pada Jangka Pendek, tetapi dalam Jangka Panjang mesin akan cepat rusak.

b.                   Actual Capacity kurang dari 10.000 MH maka terjadi inefisiensi atau pemborosan, karena mesin tidak dimanfaatkan secara maksimal.



A.                  VARIABLE FOH (V-FOH)

https://lh3.googleusercontent.com/rkXNjECtORq4vWfbNigGn3jgrC_eJ5oRewxbSIyKriutTwP_7kFuWQJ_pD_5KfO1j98q6GjRpKOwDH7B1OPKVcmK5D2uY7dU2DOIUtKAymMEADYc3XAygfAEEkmJR4ERmHidHZPleCvfxj8IhA

B.         FIXED FOH (F-FOH)


https://lh4.googleusercontent.com/6sJEzgFZ61VWM28nlcNGRmxsbqEDPD5tZa6dRaCiwDjphRbCZ7Cvz1BzkxJgXH5tonHgHrjTmetAlbaYamBlTzlWmxMLZPBJ59hMB-AMgwN6tftqYkdMr5zIcpln9sExLTqqw_pnzGpZ2lsMqw

C.         TOTAL FOH

Tahapan Pencatatan FOH

1.         Mencatat Actual FOH Incurred

FOH Control
 24.422
                  Cash/Acc. Depr/Insurance, dll
                         24.422



2.         Mencatat FOH Applied ke Produk

Work In Process
 22.560
                  FOH Applied
                         22.560



3.         Mencatat Variances dan menutup FOH

·            1- Variance

FOH Applied
  22.560
FOH Variance (Underapplied FOH)
    1.862
                  FOH Control
                         24.422



·            2- Variances

FOH Applied
22.560
Controllable Var. FOH
      710
Volume Var. FOH   
   1.152
                  FOH Control
                         24.422



·            3- Variances

FOH Applied
22.560
Spending Var. FOH
      326
Efficiency Var. VFOH
      384
Volume Var. FOH
   1.152
                  FOH Control
                         24.422



·            4- Variances

FOH Applied
22.560
Spending Var. FOH
      326
Efficiency Var. VFOH
      384
Efficiency Var. FFOH
   1.536
                  Idle Capacity Var. FOH    
                              384
                  FOH Control
                         24.422






D.             Menutup Akun Variances

1.              Menutup langsung ke akun COGS atau Income Summary, dengan ketentuan apabila nilainya kecil atau tidak material

COGS/ Income Summary
       XXX
                  Variances (Unfavorable)
                              XXX
Variances (Favorable)
       XXX
                  COGS/ Income Summary
                              XXX



2.              Ditutup ke Inventory secara Proporsional

·                 Materials -> Mengalokasikan Materials Purchase Price Variance yang tidak digunakan ke dalam Raw Material (RM)

·                 Mengalokasikan Variances yang lain kedalam Inventory yakni WIP, FG, COGS, Secara Proporsional

WIP
       XXX
FG
       XXX
COGS
       XXX
            Variances (All Type Variances) (U)
                              XXX
                              



Variances (All Type Variances) (F)
       XXX
               WIP
                              XXX
               FG
                              XXX
               COGS
                              XXX
                              

Sumber :
- https://meiputribersama.blogspot.com/2012/03/standard-costing.html
- LHP Bab 18 dan 19 Akuntansi Biaya oleh Mahasiswa DII Akuntansi 2015 Politeknik Keuangan Negara STAN

Kamis, 28 Maret 2019

Standard Costing I : Direct Costing Variances


Pengertian Standard Costing



Standard Cost merupakan biaya yang ditetapkan lebih dahulu menurut norma-norma efisiensi yang berlaku bagi suatu perusahaan tertentu yang diperlukan untuk menghasilkan suatu produk/barang.



Standard Cost berbeda dengan actual cost/hostorical cost, penggunaan data biaya historis (actual cost/historical cost) di dalam perhitungan harga pokok produksi tidak dapat memberikan informasi mengenai efisien tidaknya pelaksanaan suatu proses produksi, karena biaya historis menunjukkan biaya yang terjadi sebenarnya yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk atau kegiatan tertentu pada suatu saat tertentu, di mana biaya yang terjadi sebenarnya dapat mengandung suatu pemborosan.



Manajemen memerlukan suatu alat tolak ukur tentang besarnya biaya yang ditetapkan dahulu sebelum produksi dimulai, dan tolak ukur ini hendaknya mencerminkan informasi mengenai jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk/kegiatan tertentu pada suatu waktu tertentu, dan tolak ukur ini dikenal dengan istilah “Predetermined Cost”.



Penetapan “predetermined cost” dapat dilakukan melalui penelitian secara ilmiah (eksprimen, time & motion study, tata letak peralatan produksi, dsb) terhadap pelaksanaan masa lalu dengan turut mempertimbangkan kondisi-kondisi yang diharapkan di masa yang akan datang, maka predetermined cost merupakan standard cost.



Standard cost termasuk predetermined cost, sedangkan predetermined cost belum tentu merupakan standard cost.



Standard cost mempunyai 2 komponen yaitu :

·         Standard kuantitas (unit input/output)

·         Standard harga (biaya/tarif)



Standard costing dapat digunakan baik pada metode process costing maupun job order costing,  dan penetapan biaya standard paling tepat untuk diterapkan pada lingkungan pabrik dimana teknologi produksi relatif stabil dan produk yang dihasilkan bersifat homogen di dalam unit akumulasi biaya.



Perusahaan apa yang dapat menggunakan standard cost ?

-       perusahaan pabrikasi (manufacturing)

-       perusahaan jasa (service company), mis. Rumah sakit, bengkel, dsb

-       food, misalkan fast food restaurant, dsb, dan perusahan lainnya.



Fungsi daripada standard costing :

-       Menetapkan anggaran.

-       Pengendalian biaya dan mengukur efisiensi kerja.

-       Menyederhanakan prosedur penetapan biaya.

-       Memberikan dasar penetapan tawaran kontrak dan harga jual.



Secara garis besar, standar dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :

1)    Basic standard (classic standard), adalah tolak ukur yang digunakan sebagai patokan pembanding untuk prestasi kerja yang diharapkan dan yang sesungguhnya.

2)    Current standard (standar yang berlaku), yang terbagi :

§  Standard actual yang diharapkan, adalah standard yang ditetapkan untuk suatu tingkat operasi dan efisiensi yang diharapkan akan terjadi. Standard ini merupakan estimasi yang cukup wajar atas hasil actual.

§  Standard normal, adalah standard ditetapkan untuk suatu tingkat operasi dan efisiensi yang normal, yang dimaksudkan sebagai suatu tantangan yang bisa dicapai.

§  Standard teoritis, yaitu standar yang ditetapkan untuk suatu tingkat operasi dan efisiensi yang ideal atau maksimum, standar ini lebih merupakan sasaran dan bukan sebagai prestasi kerja yang harus dicapai pada saat ini.

Penggunaan standar dapat diaplikasikan sebagai berikut :

a)    Dalam tingkat harga

b)    Dalam efisiensi pelaksanaan

c)    Dalam tingkat kegiatan/volume produksi



Jenis-jenis standard untuk harga

-       Normal ideal

-       Normal standard

-       Current expected standard

-       Basic standard (fixed standard)



Jenis-jenis standar untuk efisiensi pelaksanaan :

-       Teoritical performance

-       Normal performance

-       Attainable goods performance

-       Average past performance



Jenis-jenis standard untuk volume kegiatan

-       Theoritical standard

-       Normal standard

-       Vertical standard

-       Expected standard



Apakah standard cost sama dengan budget cost ?

Standard cost dan budget cost adalah sama (very similar), dimana pengertian ke-2 istilah ini lebih menunjukkan bahwa standard cost adalah dalam satuan, sedangkan budget cost adalah secara keseluruhan. Misalkan untuk memproduksi 1 unit barang X dibutuhkan bahan baku Rp. 10.000,-, apabila perusahaan menghendaki memproduksi 1.000 unit, maka dibutuhkan budget cost untuk bahan sebesar Rp. 10.000.000 ( Rp. 10.000 X 1.000 unit)



Unsur harga pokok produksi terdiri dari :

§  Raw Material

§  Direct Labor Cost

§  Manufacturing Overhead



DIRECT MATERIAL STANDARD

Biaya standard untuk bahan langsung terdiri dari 2 unsur yaitu :

1.    Unsur kwantitas, akan menjadi direct material quantity standard.

2.    Unsur harga, akan menjadi direct material price standard.



Penyimpangan antara pemakaian bahan sebenarnya dengan bahan standard disebut “Direct Material Variances”/(DMV)



Direct Material Variances terdiri dari :

§  Material Price Variances (MPV), yang disebabkan adanya perubahan harga pembelian yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan harga, peristiwa-peristiwa ekonomi lainnya seperti krisis,devaluasi, serta timing/waktu yang kurang tepat dalam pembelian.

§  Material Efficiency Variances (MEV)/Material Quantity Variances/Material Usage Variances (MUV), yang disebabkan adanya pemborosan pemakain bahan, kurang efisiensi mesin produksi, baik/tidaknya pengawasan dalam penggunaan mesin/peralatan produksi, dsbnya.




DMV  = (Qstd X Pstd) – (Qact X Pact)



Qstd : quantitas standar

Pstd  : proce standard 

Qact : quantitas actual

Pact  : Price actual


DMV  = MPV + MEV



MPV  = (Qact X Pstd) – (Qact X Pact)

MPV  = (Pstd – Pact) X Qact



MEV = (Pstd X Qstd) – (Pstd X Qact)

MEV = (Qstd –Qact) X Pstd.





Misal :

PT Atma menetapkan standard cost bahan per unit sebagai berikut :

2 kg Bahan XYZ @ Rp. 15.000.

Selama satu periode telah memproduksi 1.000 unit.

Pembelian bahan selama periode tsb adalah 2200 kg @ Rp. 16.000.

Sedangkan pemakaian bahan actual adalah  1.980 kg.

Hitunglah Direct Material Variances!



Penyelesaian :



Quantity standard adalah : unit produksi actual X tarif standard quantity bahan.

Qstd : 1.000 unit X 2 kg = 2.000 kg.

Pstd  : Rp. 15.000/kg atau Rp. 30.000/unit.

Qact : 1.980 kg



Direct Material Variances : (Qstd X Pstd) – (Qact X Pact)

DMV  = (2.000 X 15.000) – (1.980 X 16.000)

DMV  = (1.680.000) (Unfavourable)/tidak menguntungkan



Analisa Variances :

·         Material Price Variances

MPV  = (Pstd – Pact) X Qact

MPV  = (15.000 – 16.000) X 1.980

MPV  = (Rp. 1.980.000) unfavourable

·         Material Efficiency Variances

MEV  = (Qstd – Qact) X Pstd

MEV  = (2.000 – 1.980) X 15.000

MEV  = Rp.300.000 Favourable

DMV = MPV + MEV

DMV = (1.980.000) + 300.000 = (Rp.1.680.000) unfavorable



Accounting for Direct Materials



            a)   Pada saat pembelian bahan

·         Harga actual               MPV dilokalisir pada saat pemakaian

·         Harga standard           MPV dilokalisir pada ssat pembelian



Contoh :

PT Atma membeli 100 kg bahan A @ Rp. 11.000, Harga standard per kg Rp. 10.000.

·         Harga actual

Entry :  Bahan  (100 kg X Rp.11.000)   1.100.000

                                Hutang (100 kg X Rp.11.000)           1.100.000



·         Harga standard

Entry :  Bahan  (100 kg X Rp.10.000)   1.000.000

             MPV    (100 kg X Rp. 1.000)        100.000

                      Hutang (100 kg X Rp.11.000)                     1.100.000



            b)   Pada saat pemakaian bahan



·         Menggunakan standard bill of material, yaitu merupakan suatu formulir pengambilan bahan dimana dicantumkan kwantitas bahan yang diperlukan untuk memproduksi suatu jumlah produk. Apabila dalam proses produksi terjadi bahwa jumlah bahan tidak mencukupi, maka untuk mengambil bahan dikeluarkan suatu formulir pengambilan bahan khusus yang disebut “Excess Material Requisition”, dan dengan menjumlahkan seluruh excess material requisition tsb dapat diketahui material efficiency variance.

·         Menggunakan material requisition umum, dimana pemakaian bahan dibukukan menurut pemakaian yang sebenarnya, material efficiency variance baru dapat diketahui setelah barang/produk selesai dikerjakan.



Jadi, perbedaan antara standar bill of material dengan material requisition umum adalah pada saat jurnal pemakaian bahan, sbb :

-       Standard bill of material                  (Qstd X Pstd)

-       Material Requisition Umum             (Qact X Pstd)



PENCATATAN (JURNAL)



Berdasarkan ilustrasi dari buku Cost Accounting 14th Edition by Carter dan Materi dari Bapak Didik Kurniawan,

DESCRIPTION
STANDARD
ACTUAL
DM
UNIT PRICE
$7,5/ UNIT
$7,44/ UNIT
QUANTITY OF PURCHASE
10.000
QUANTITY OF USED
9.500
DL
DLH USED
1.632
RATE OF DLH
$12/DLH
$12,5/DLH
FOH
FOH INCURRED (VFOH)
5.072
FOH INCURRED (FFOH)
19.350
FOH RATE (VFOH)
$3/DLH
FOH RATE (FFOH)
$12/DLH



A.                  Pencatatan Direct Material



Dalam mencatat DM ada 3 Method:

1.       Method 1: Materials are recorded at standard Price

·         Pencatatan pada saat membeli Raw Material Pencatatan atas Jurnal Pembelian.       

Materials
75.000
                  Account Payable
               74.400
                  Material Purchase Price Var.   
                     600

Material dinilai pada Standar Rate/Price (10.000 X $7,5/Unit), Kemudian Account Payable bertambah 74.400 (Berdasarkan Kondisi Riil yang dibayarkan), Sehingga selisihnya merupakan Material Purchase Price Variance sebesar 600.



·         Pencatatan pada saat penggunaan (Unit Used).

Work In Process
70.020
Material Eff. Var.
   1.230
                  Materials   
                    71.250



Pada Saat Penggunaan (Unit Used) karena kita menggunakan Standar Costing maka yang kita bebankan pada Work In Process adalah sebesar 70.020, karena sebelumnya kita sudah mencatat berdasarkan SR maka pada saat mencatat penggunaan materials kita mengkreditkan sebesar 71.250, Selisihnya merupakan Material Efficiency Variance.



2.                   Method 2 : Materials are recorded at Actual Price (AR) as the payment.

·         Pencatatan Pada Saat Pembelian.

Materials
74.400
                 Account Payable
                    74.400

Karena kita mencatat menggunakan metode Actual Price maka kita mencatat sesuai dengan kondisi riil yang mana Materials dan Account Payable sebesar 74.400.

·         Pencatatan Pada saat penggunaan.

Work In Process
70.020
Material Eff. Var.
   1.230
                 Materials
                    70.680
                 Materials Usage Price Var.
                          570

WIP yang dibebankan Tetap 70.020 tidak berubah, pengurangan materials sbesar 70.680 karena kita menggunakan metode actual price, kemudian mendebit Material Material Efficiency Variances Sebesar 1.230 dan Mengkredit Material Usage Price Variance.



3.                   Method 3 : Materials are Recorded at Standard Price (SR) and Variances Adjustment.

·         Pencatatan Pada Saat Pembelian.

Materials
75.000
                 Account Payable
                    74.400
                 Materials Purchase Price Var.
                          600

Pada saat titik pembelian, karena menggunakan Standard Price kita tetap menggunakan Jurnal seperti metode yang pertama.



·         Pencatatan Pada saat penggunaan.

Work In Process
70.020
Material Eff. Var.
   1.230
                  Materials   
                    71.250

begitu juga dengan pencatatan pada saat penggunaan sama dengan metode yang pertama yakni Standard Price.

·         Mencatat pengurangan nilai dari Material Purchase Price Variances dikarenakan penggunaan.

Materials Purchase Price Var.
      570
                  Materials Usage Price Var.
                          570

Penyesuaian untuk Jumlah yang digunakan, pada awalnya Material Purchase Price Variance sejumlah 600 untuk 10.000 unit materials, maka pada saat penggunaan 9.500 unit materials maka sisa Material Purchase Price Variance sebesar  (500/10.000 X 600 = 30), Maka kita mencatat Materials Purchase Price Variances pada Materials Usage Price Varince sebesar 570.



DIRECT LABOR VARIANCES



Biaya standard untuk upah langsung terdiri dari 2 unsur yaitu :

·         Unsur kwantitas (hours), akan menjadi direct labor quantity standard.

·         Unsur harga (rate/tarif), akan menjadi direct labor rate variances.



Penyimpangan antara upah yang dibayar sebenarnya dengan upah standard disebut penyimpangan upah langsung atau direct labor variance (DLV).



Direct Labor Variances (DLV), terdiri dari :

1)    Labor Rate Variances (LRV), yang disebabkan adanya perubahan tarif upah langsung yang dibayar mis. UMR,dsb.

2)    Labor Efficiency Variances (LEV), yang disebabkan adanya pemakaian jam kerja yang kurang/lebih dari yang ditargetkan, sistem kerja mesin, dsbnya.



Direct Labor Variances (DLV) :

      

              DLV   = (Hstd X Rstd) – (Hact X Ract)



Hstd   : Hours Standard

Rstd   : Rate standard

Hact   : Hours actual

Ract   : Rate Actual



  Analisa Labor Variances :

§  LRV     = (Rstd X Hact) – (Ract X Hact)

LRV     = (Rstd – Ract) X Hact

§  LEV     = (Hstd X Rstd) – (Hact X Rstd)

LEV     = (Hstd – Hact) X Rstd





Contoh :



PT Atma menetapkan standard cost upah per unit adalah 2 Jkl @ Rp. 20.000. Produksi selama periode adalah 1.000 unit. Pembayaran upah langsung sebenarnya adalah Rp. 40.425.000,- dengan tarif upah per jam adalah Rp.21.000.

Hitunglah direct labor variances!



H standard : 2 jkl X 1.000 unit = 2.000 Jkl.

R standard : Rp. 20.000/Jkl.

H Actual     : Rp. 40.425.000/Rp.21.000 = 1.925 Jkl

R actual      : Rp. 21.000/jkl.



DLV   = (Rstd X Hstd) – (Ract X Hact)

DLV   = ( 20.000 X 2.000 jkl) – (21.000 X 1.925 Jkl)

DLV   = 40.000.000 – 40.425.000 = (425.000) unfavourable.



Analisa Labor Variances :



LRV    = (Rtsd – Ract) X Hact

LRV    = (20.000 – 21.000) X 1.925

LRV    = (1.925.000) unfavourable.



LEV    = (Hstd – Hact) X Rstd

LEV    = (2.000 – 1.925) X Rp. 20.000

LEV    = 1.500.000 favourable.



DLV  = LRV + LEV

DLV  = (1.925.000) + 1.500.000 = (Rp.425.000) favourable.



B.  Pencatatan Direct Labor (Dijelaskan di Pertemuan Ke-5)

1.  Pencatatan pada saat pembayaran

Wages Expense
   20.400
                  Wages Payable
                       20.400

Pencatatan pada saat pembayaran menggunakan actual budget atau kondisi riil yang dibayarkan kepada pegawai.   

2.              Pencatatan pada saat pembebanan

Work in Process
   18.048
Labor Rate Var.
        816                 
Labor Eff. Var.
     1.536
                  Wages Expense
                       20.400

Pembebanan ke WIP sesuai dengan allocated budget senilai 18.048, dan menutup dengan mengkreditkan Wages Expense sebesar 20.400 selisihnya Labor Rate Variance senilai 816 dan Labor Efficiency Variance 1.536



MANUFACTURING OVERHEAD COST STANDARD

(STANDARD BIAYA PRODUKSI TIDAK LANGSUNG).



Dibandingkan dengan unsur bahan dan upah langsung, maka penetapan MO standard jauh lebih kompleks. Hal ini disebabkan karena besarnya biaya standard bahan dan upah langsung untuk tiap unit sudah merupakan sesuatu yang pasti, dengan kata lain bahwa biaya tersebut untuk per unitnya tidak akan berpengaruh oleh perubahan-perubahan pada tingkat kegiatan perusahaan. Sebaliknya besarnya biaya MO yang harus dibebankan dalam proses produksi sangat dipengaruhi oleh tingkat kegiatan perusahaan apalagi sifat biayanya ada yang berupa fixed, variable maupun yang semi variable. Untuk analisa MO standard variances harus secara tegas dibedakan antara Fixed Cost dan Variable Cost.



Untuk penetapan MO standard, dapat digunakan sistem budget sbb :

§  Fixed budget (static budget), hanya ada satu tingkat kegiatan.

§  Flexible budget (dynamic budget), beberapa tingkat kegiatan.



Cara pemecahan dari biaya yang mempunyai sifat mixed cost supaya menjadi fixed cost dan variable cost adalah :

-       High low method

-       Regresi linear

-       Scattered diagram



Contoh Flexible budget

PT Atma menyusun suatu flexible budget untuk beberapa tingkat kegiatan sebagai berikut :



Manufacturing Overhead
10.000 Jkl
12.000 Jkl
14.000 jkl
Indirect Raw Material
20.000.000
24.000.000
28.000.000
Indirect Labor
15.000.000
18.000.000
21.000.000
Insurance of Machine
15.000.000
15.000.000
15.000.000
Depre. Of Factory Buildings
25.000.000
25.000.000
25.000.000
Depre. Of Machines
30.000.000
30.000.000
30.000.000
Repairs Fixed Assets
  2.500.000
  2.600.000
  2.700.000
Factory Utility
  1.400.000
  1.480.000
  1.560.000
Others Mo
  3.000.000
  3.200.000
  3.400.000
111.900.000
119.280.000
126.660.000



Variable MO  = 126.660.000 – 111.900.000/14.000 jkl – 10.000 jkl

                     = Rp. 3.690/Jkl

Fixed MO       : 126.660.000 = Var. MO  + F.MO

                      : 126.660.000 = (14.000 X 3.690) + F.MO

                      : F.MO  = 51.660.000 + 126.660.000 = Rp.75.000.000



atau persamaan : Y = a + bX

                            Y = total cost, a = Fixed Cost, b = tingkat kegiatan dan

                            X = tarif variable cost.

Jadi besarnya anggaran MO pada tingkat kegiatan 15.000 jkl adalah :

Rp. 75.000.000 + (15.000 Jkl X 3.690) = Rp. 130.350.000.



Note : apabila MO rate tersebut cukup akurat, maka MO rate tersebut dapat dijadikan MO Standard rate.





MO Variances adalah penyimpangan antara MO yang dibebankan (Applied MO) dengan MO actual. Penyimpangan ini dapat berupa :

-       Under applied MO

-       Over applied MO



Analisa MO Variances

     (a)  Two Variances Method (Metode 2 selisih)

-       Budget Variances(BV)/Spending Variances (Controllable)

-       Capacity Variance(CV)/Volume Variances (Uncontrollable)

Two variances method terdiri atas metode lama dan metode baru.



     (b)  Three Variances Method (Metode 3 selisih)

-       Budget variance/spending variance

-       Efficiency Variance

-       Capacity variance(volume variance)

Three Variance Method terdiri atas metode lama dan metode baru.



     (c)  Four Variances Method (Metode 4 selisih)

-       Variable Overhead spending variance

-       Variable Overhead efficiency variance

-       Fixed Overhead spending variance

-       Fixed Overhead volume variance



Contoh :

PT Atma memproduksi produk “X-Tray”, selama tahun 2011 telah dianggarkan biaya produksi tidak langsung (MO) sebesar Rp. 560.000.000, terdiri dari Fixed MO Rp. 240.000.000 dan Variable MO Rp. 320.000.000. Anggaran tingkat kegiatan untuk tahun yang sama adalah 100.000 jam kerja langsung. Perusahaan telah menetapkan standard cost MO per unit adalah 2 jkl. Produksi actual selama tahun 2011 adalah 47.500 unit. Total upah langsung yang dibayarkan adalah Rp. 288.000.000, dengan tarif upah/jkl Rp. 3.000.

MO Actual pada tahun tersebut adalah Rp. 567.320.000 terdiri dari :

-       Variable MO  Rp. 331.125.000

-       Fixed MO       Rp. 236.195.000

Hitunglah Over/Under Applied MO dan buatlah analisa MO Variance dengan metode 4 selisih.



Penyelesaian:

Anggaran Fixed MO = Rp. 240 juta/100.000JKL = Rp. 2.400/JKL

Anggaran Variable MO = Rp. 320 juta/100.000 JKL = Rp. 3.200/JKL

JKL std = 47.500 unit X 2 JKL = 95.000 JKL

JKL actual = Rp. 288.000.000/3.000 = 96.000 JKL

Variable MO actual = Rp. 331.125.000

FMO actual = Rp. 236.195.000



Applied MO = JKL std X MO rate

                   = 95.000 JKL X Rp.5.600 = 532.000.000

Actual MO                                           = 567.320.000

               Underapplied MO                 = (35.320.000)



Analisa MO variances:

1.       Variable overhead spending variances (Budget Variance – VMO)

= (Jkl act X VMO rate) – actual variable MO

= (96.000 JKL X 3.200) – 331.125.000 = (23.925.000) UF

2.       Variable overhead efficiency variances (EV – VMO)

= (JKL std – JKL actual) X VMO rate

= (95.000 – 96.000) X 3.200 = ( 3.200.000) UF

3.       Fixed overhead spending variances (Budget Variance – FMO)

= (JKL anggaran X FMO rate) – FMO actual

= (100.000 X 2.400) – 236.195.000 = 3.805.000 (F)

4.       Fixed overhead Volume Variances (Capacity Variances – FMO)

= (JKL std – JKL anggaran) X FMO rate

= (95.000 – 100.000) X 2.400 = (12.000.000) UF







Summary:

Variable MO Variances = (23.925.000) + (3.200.000) = (27.125.000) UF


 

Applied VMO = JKL std X VMO = 95.000 X 3.200 = 304.000.000

Actual VMO                                                               331.125.000

                   Underapplied Variable MO                      (27.125.000) UF



Fixed MO Variances = 3.805.000 + (12.000.000) = (8.195.000) UF



Applied FMO = JKL std X FMO rate = 95.000 X 2.400 = 228.000.000

Fixed MO actual                                                            = 236.195.000

        Under applied FMO                                               =   (8.195.000)

UF



Sumber :
- https://meiputribersama.blogspot.com/2012/03/standard-costing.html
- LHP Bab 18 dan 19 Akuntansi Biaya oleh Mahasiswa DII Akuntansi 2015 Politeknik Keuangan Negara STAN